salam kenal semua, saya seorang pemudi yang tinggal di Bengkulu...Hobby memasak dr kecil..hee "enak tidak enak,,,yang penting habis di makan sekeluarga..."

Selasa, 17 Juni 2014

Suka Tidak Suka (Ini Kisah Kita) eps 1

***
Siang hari di Kampus elite kawasan kota metropolitan
Tiap sudut berjejer mahasiswa yg kelihatannya sedang diskusi,

Jane Nabila Syihab (mahasiswa Public Relation, anak rektor, modis, idola  cowok2, sangat seleksi memilih teman) bersama sahabat karibnya, iboy (cowok berpenampilan feminim) baru saja keluar dr ruang papa nya dengan wajah sedikit kesal, lalu menuruni tangga, dan nampaknya Ia baru saja melihat pemandangan yg biasa ia lihat setiap hari.

Eris, gadis cupu yg selalu kena buli oleh Yola and genk.
Biasa, Yola selalu mengeluarkan isi tas yang dibawa Eris, samapai semua isinya jatuh kelantai.

Uupssss tunggu dulu, kali ini berbeda, ada yg datang buat nolongin Eris... Jane mulai penasaran, "Siapa orang yg berani berurusan sama Yola and genk ?" Tanya Iboy.

Sang penolong, El Aura (cewek tampan, mahasiswa teknik mesin, diam2 diidolain banyak cewek2), dengan gitar dipunggung kirinya, dan peralatan teknik di sebelah kanannya..kebetulan lewat . Memungut buku Eris yang jatuh dilantai dan tepat dibawah highhills Yola.

"bisa kamu angkat sedikit, saya mau ambil buku ini?" senyum lebar

Yola yg jatuh cinta pada pandangan pertama ini langsung pura2 ngebantu El. Tingkahnya ini bikin kedua teman genknya bingung.

"Nih buku kamu, maaf ya tadi aku ga sengaja",senyum terpaksa sambil nyodorin beberapa buku sama Eris.

El cuma senyum dan  geleng2 kepala, tanda Ia tau apa yg sebenarnya terjadi tapi pura2 ga tau.

"nih, lain kali hati2 ya..jangan sampai ketemu sama perkumpulan nenek2 sihir ini lagi " El ngomong sama Eris sambil ngelirik Yola

Yola yg kesel berlalu pergi sambil menghentakkan sepatunya kelantai, membuat kaget El dan Eris, mereka tertawa kecil.

"ayok, kita keatas, bentar lg jamnya pak Syihab" ajak Eris yang di Iyakan El.

Dari kejauhan Jane masih penasaran dengan sosok El. Sampai bunyi handphone memecah pikirannya.
Tiba2 raut wajahnya kelihatan bahagia "hallooo sayang...jam brp kita ketemu?." Sambil berlalu.

 
***
Pak Syihab lagi ngejelasin materi Mesin dan kehidupan manusia.

El terlihat sangat fokus dengan mata kuliah yang satu ini.

"di Eropa, sudah banyak manusia yg terbantu berkat adanya Robot. Robot2 yang diciptakan bisa dikategorikan sukses , contohnya saja robot yg diciptakan untuk membantu perusahaan2 besar.coba banyangkan jika mesin2 itu ga ada. "Pak Syihab menjelaskan, mondar mandir di depan kelas.

"kalau ada robot yang bisa dijadikan bodyguard, saya mau beli satu, buat jaga putri saya tiap detik, tiap langkah, tiah saat bersama dia" lanjut pak Syihab sedikit mengeluh

"saya siap dijadikan bodyguard buat jagain Jane kemanapun dia mau pak " jawab salah seorang mahasiswa yang ada diruangan.

"saya tidak bisa membiarkan seorang berwajah mesum seperti kamu buat jagain putri saya"kata pak Syihab membuat seluruh mahasiswanya tertawa terbahak2...El cuma senyum sedikit, dan ia kelihatan ada yang dipikirkan.

 ***
Di Pusat Perbelanjaan

Jane sedang duduk di mini bar MIMI CAFETARIA sambil memainkan gadgetnya.
El yang ternyata bekerja di cafe itu, sebagai penyanyi akustik tengah menyanyikan lagu slow. Jane melihatnya.
Disebelahnya berdiri pak muklis, sopir sekaligus pengawal pribadi Jane.

"aku tunggu kamu diLobby....cepet" bunyi pesan singkat dari kontak bernama Rodi my Baby..pacar Jane

Jane yg sumringah coba menipu pak Muklis "aku mau ke Toilet, terserah pak muklis mau ikut atau tinggal disini"

Jane beranjak mengambil tasnya "kalo pak muklis mau ikut ke toilet perempuan ayo, tapi aku ga tanggung jawab kalo pak muklis dituduh mau ngintip ya" lanjut Jane sambil sedikit mengancam pak Muklis.

"ya udah, pak muklis tunggu di pintu depan toilet aja non" jawab pak muklis terlihat gusar.
El masih memainkan gitar kesayangannya sambil melihat Jane dan pak Muklis berlalu keluar dari cafe itu.

Kegusaran pak muklis sepertinya benar, Jane yang masuk ketoilet cuma pura2, dan keluar dr pintu toilet satu lagi. Buat ketemu Rodi di Lobby dan mereka melaju dengan mobil mini coopernya Rodi.

Pak muklis masih menunggu dengan gusar....

***
Dari luar rumah megah nan mewah, terdengar suara pak muklis yang sedari tadi terdengar merasa bersalah..

"maafkan saya pak, saya tidak bisa menjalankan tugas dengan baik, saya betul2 minta maaf..tolong maafkan saya pak."

"sudahlah, ini semua bukan sepenuhnya kesalahan pak muklis, Jane betul2 keterlaluan " jawab pak Syihab terdengar kesal...

Eris bekerja sebagai pembatu di rumah Jane, membawakan secangkir teh untuk pak Syihab.

Kesunyian sesaat itu pecah oleh bunyi mobil yang membawa Jane pulang, Rodi melambaikan tangannya.

"Jane pulaaaang....." suara Jane terhenti melihat semua orang berkumpul di ruang tengah.

"darimana kamu Jane" tanya Papanya penasaran.

"dari jalanlah Pa, namanya juga anak muda..masa iya diam aja dirumah.."jawab Jane sambil sedikit melirik Eris.

"kenapa?Papa ga suka kalo Jane pergi sama teman2 Jane?papa maunya jane diam dirumah aja gitu, belajar, masak, beres2 rumah " lanjut Jane mengeluh dan buat hati Papanya itu luluh

"bukan gitu maksud papa Jane, papa cuma ga mau kamu pergi sendiri..."

"Jane juga ga pergi sendiri, kan sama temen2, Rodi juga ada kok"

Pak Syihab kaget mendengar nama Rodi juga ikut, baginya Rodi cuma anak muda yang suka menghamburkan uang orang tua, ga ada sopan santun sama yang lebih tua.

"aduhh, Rodi lagi...Rodi lagi..apa ga ada laki2 lain yang bisa kamu jadikan pacar ?" tanya Papanya.

"biarin deh pa, emang papa mau Jane pacaran sama anak cewek....ahahah" timpal Jane yg sudah mau masuk kekamarnya.

"pak muklis bilang sama Papa kalo dia besok mau pulang dan bekerja di kampung saja.." Jane terlihat sedikit senang..

"Jadi, sebelum Papa mendapatkan sopir dan pengawal baru buat kamu, Papa yang akan mengantarkan kemanapun kamu akan pergi...atau setidaknya, kamu ga boleh kemana2 dulu..." lanjut pak Syihab

Jane : APAAAAAAAAA ???????????

***
Seperti slide show yang lagi berjalan,

Hari2 Jane sedikit terasaa aneh baginya, tidak bagi Papanya yang dengan semangat menemani  kemanapun Jane pergi,

Shopping, dinner, berenang, diskusi kelompok, semua hal ditemani Papanya, ikut nimbrung juga, ikut nongkrong, ikut diskusi, semua hal itu membuat Jane merasa Bete. Dan sedikit malu.

Bahkan dikampus, sudah seperti sepasang kekasih yang lagi kasmaran, ga mau berpisah...hahahaha

Semua mata tertuju pada pasangan itu,,tidak terkecuali El,Eris,Yola and Genk yang berpapasan di tangga.

"selamat pagi pak "sambut El..

"oh El, kebetulan kita ketemu, nanti kamu keruangan saya..saya mau menitipkan hasil Tugas lapangan minggu lalu." sahut pak Syihab dan di iyakan El.Jane cuma melirik sebentar, begitu juga El.

Jane dan Pak Syihab berlalu ke lantai atas.

Yola "Jane gila juga ya, udah berapa kali dia gonta ganti sopir, dan sekarang mesti bokapnya sendiri yang jadi sopir"....El melihat mereka sampai hilang dari pandangan.

 ***
Dirumah El, tepatnya di pabrik TAHU punya papa El..

El lagi sibuk mengotak-atik mesin pencetak tahu...

"bagaimana El, apa kamu sudah bisa membuat mesin pencetak tahu yang baru, supaya produksi tahu pabrik kita meningkat ?" tanya Paman Sujha, penjaga pabrik sekaligus orang kepercayaan papa El.

"tenang saja paman jha, El sekarang sedang melakukan riset, dan sebentar lagi akan melakukan penelitian...doakan saja ya .."jawab El yang masih sibuk dengan kerjaannya.

"hei jagoan.." sahut papa El "apa yang kamu lakukan disini, ?bukaannya mesin ini baru sudah diperbaiki minggu lalu?"

"aku cuma  bongkar ulang sedikit aja Pa,,siapa tahu mesin ini mampu bertahan 6 bulan kedepan" jawab El.

"6 bulan kedepan ???..."tanya papa dan pamanya semakin bingung..

"iya, 6 bulan...aku ga bisa pulang untuk sementara waktu..ya mungkin sekitar 6 bulan...makanya aku mau cek mesin2 ini dulu" sambung El, yg semakin membuat papa dan pamannya binggung.

"kamu ga mau bantu2 di pabrik lagi El?" tanya paman sujha penasaran.

"ahaha, bukan gitu juga kali, El ada kerjaan di kampus,,kayanya bakal makan waktu deh" jawab El, masih sambil mengotak atik mesin.

Papa dan Pamanya cuma saling menatap bingung penasaran.

 
***
Dikamar Jane

Jane sedang bicara lewat handphone sama seseorang...sepertinya Rody.

"maaf ya sayang,,kita jadi ga bisa sering ketemu kaya dulu lagi..abis papa belum juga nemuin sopir yang pas buat aku.."

Tiba2 terdengar bunyi bel yang berkali2 berbunyi, tapi tidak ada yang membukakan pintu.

"Papa ( papa lagi dikamar mandi ).....Erissss (eris asik denger headphone sambil cuci piring didapur)

Pada kemana sih nih orang2 dirumah ???" tanya Jane kesal..."sudah dulu ya sayang, ada tamu deh kayanya...by..." Jane mengakhiri pembicaraannya dengan Rody.
Jane menuruni tangga dan mendkati pintu depan.
Jane membuka pintu, dan yang datang ternyata El !!!!

Dalam hati Jane bertanya , kenapa ini anak datang bertamu malam2 begini, ga mungkin mau ketemu papa buat  ngomongin soal materi kulya ? Dan ga mungkin juga mau ketemu gue...atau jangan2 Erisss...

Belum selesai pertanyaan yg di pendam Jane itu terungkap, El langsung bertanya keberadaan Papanya Jane.

"pak Syihab nya ada ?" tanya El sopan..

Tiba2 Pak Syihab keluar.."hey El, kok kamu telat sih ?"

"maaf pak, saya harus minta izin sama papa saya dulu, dan saya baru bisa datang sekarang, maaf kalau saya menggangu istirahat anda malam ini" jawab El

"tidak..tidak...tidak...ayo masuk" ajak pak Syihab

El masuk dengan membawa sebuah koper besar, dan membuat Jane semakin bingung dengan segunung pertanyaan "Untuk apa koper segede itu ?"

 
"Jane, kenalin ini El, mahasiswi teknik mesin kesayangan Papa, mulai sekarang, El....." kata pak Syihab yg langsung dipotong Jane.

"hah ?jadi papa bawa dia kesini buat gantiin posisi mama yg sudah meninggal ?, Papa tega ya"tuduh Jane.

"bukan..bukan..bukan begitu..." potong El dan pak syihab.

"kamu ga  usah sok akrab sama gue", bilang Jane sama El..."Papa keterlaluan, papa jahat..." Jane langsung lari kekamar, tanpa mau mendengar dulu penjelasan Papanya.

Pintu kamar yang sekuat tenaga di dorongnya itu membuat Eris didapur terkejut. Dan menyadari keberadaan El, dan segera membuatkannya Minuman...sepertinya Eris juga sudah tau apa maksud Pak Syihab mendatangkan El kerumah itu. Eris terlihat gembira.

***
Paginya, Jane sudah siap mau berangkat ke kampus...Masih terlihat kekesalan Jane semalam, ia melewatkan meja makan yg sudah diduduki Papanya,

"Jane, ayo sarapan dulu...tumben kamu semangat ke kampusnya?" tanya Papanya.

Jane melirik sebentar lalu menhampiri papanya dimeja makan, Dia mengambil sepotong sandwice.

"apa calon mama aku udah bangun?" tanya Jane kesal.

Pak syihab terkejut sampai terbatuk2 mendengar pertanyaan Jane barusan, Eris terlihat bingung...

"siapa yang kamu maksud sayang?" tanya Papanya

"tuh, si El yang semalam papa ajak datang kerumah ini!!!" sambung Jane.

Eris terdengar cekikikan mendengar pernyataan Jane.

"Jane ga mau pergi bareng papa, biar Jane cari Taxi aja" lirih Jane masih kesal

"Oke..oke...mulai sekarang kamu ga akan pergi bareng papa lagi, tapi papa juga ga akan membiarkan kamu jalan sendiri dengan angkutan umum ataupun taxi...tuh pake aja mobil kamu lagi..ada sopir baru didepan, dia sudah nungguin kamu dari tadi, dia bilang dia ada kulya pagi, ayo cepet..kasian kalo dia telat cuma gara2 nungguin kamu yang bangun kesiangan." jelas Papanya yang membuat Jane curiga, dan bergegas menuju depan untuk menemui sopir barunya itu.

Taraaaaaa....sosok yang cuma kelihatan pundaknya itu, sedikit demi sedikit memutar badannya untuk memperkenalkan diri.
"Selamat pagi, saya El sopir baru. Maaf telat memperkenalkan diri, soalnya semalam ada anak yang ga mau dengerin penjelasan orang tuanya " sambut El becanda membuat Jane malu.

Bersambung....